31 Desember 2007
Dengan berat hati, akhirnya aku memilih Acara Tahun Baru di Gunung Bromo. Acara Tahun Baru tersebut, sekaligus merupakan Acara Reuni yang diselenggarakan oleh teman-teman seangkatanku semasa aku masih belajar dibangku sekolah menengah di Yogyakarta. Wah, pokoknya seru abis. Bayangin aja, lebih dari 10 tahun kita nggak pernah saling ketemu. Ada yang dah punya anak dan ada juga yang masih single termasuk aku. He .. he .. he .. Aku sempet sedih, karena sahabat2xku yang di Jakarta nggak bisa ikutan gabung karena acara ini memang khusus untuk acara reunian. Dan ketentuannya, almamater yang cewek hanya boleh bawa pacarnya dan begitu juga sebaliknya.
Setelah makan malam dan beristirahat untuk beberapa jam. Pintu kamarku diketuk. Ya .... aku sudah bangun," teriakku. Aku beranjak dari tempat tidur lalu mecuci muka. Brrrrrrrrrrrr .. airnya dinginnya minta ampun. Kemudian ganti baju, pake jaket, tak lupa membubuhkan cream dimukaku yang sensitif dan membawa tas ranselku yang berisi kamera. Cuaca dinginnya minta ampun. Aku berjalan menuju ke lobby. Sebagain teman2xku yang laki2x sudah berkumpul di lobby. Setelag diabsen dan lengkap kamipun berangkat menuju ke Gunung Bromo dengan menaiki kuda. Sampai dikaki gunung bromo kita harus turun dari kuda dan berjalan menaiki tangga yang jumlahnya puluhan untuk menuju ke puncak Gunung Bromo.
Sampai di Puncak Gunung Bromo, aku memandang sejenak hamparan luas kaki Gunung Bromo ditengah gelapnya malam. Kemudian aku melalukan streching melemaskan otot2x badanku sambil menghirup hirup udara malam yang dingin dan melapaskannya perlahan2x.
Beberapa meter dibawahku, aku melihat Si Gendut Dodi berjalan naik keatas dengan terengah-engah kepayahan dan sesekali berhenti dan akhirnya berhenti untuk duduk disebuah batu sambil menyeka keringat yang pasti segege-gede kacang goreng. Hik3x ... dan akupun tersenyum sendiri melihatnya.
Tiba2x aku melihat tangan seseorang menyodorkan segelas teh panas yang masih terlihat mengepul dari belakang. Opsss, saat aku menoleh kebelakang, siku sebelah kiriku menyenggol lengan tangannya, untung air minum yang panas itu tidak tumpah. Kalau tumpah bisa mengenai tanganya.
"Makanya .. jangan suka iseng," kataku ke Andre.
"Iya .. iya .. ampun,"katanya sambil nyengir."
"Duduk disana yuk,"ajak Andre.
"okey," jawabku sambil mengikuti langkahnya.
Satu jam kemudian, acara doa dimulai yang dipimpin oleh Tio si ketua acara. Tiba2x terlintas wajah2x ceria teman2xku. Wah lagi ngapain ya mereka saat ini ? masih berlima atau bersama dengan masing2x gebetan baru? tanyaku dalam hati. Rasanya nggak sabar mo denger cerita mereka selama di Bali termasuk keiseng dan konyolan serta kehebohan yang terjadi. Dan akupun tak lupa berdoa untuk mereka. Setelah selesai berdoa Tio mengambil terompet dan sambil melihat detik jarum jam dia mulai menghitung mundur ... 55 .. 56 .. mulai hitungan ke 57 temen2x mulai ikut menghitung termasuk aku .... 57 ... 58 .. 59 .. tet .. tet .. tet ... bunyi terompetnya terdengar bersamaan dengan bunyi terompet teman2x yang lain. Pokoknya berisik banget dan ada yang saling bercanda. Kemudian kamipun saling bersalaman dan mengucapkan selamat tahun baru. Sambil menunggu menunggu matahari terbit, beberapa orang temanku ada yang bermain gaplek, ngobrol, dan tidur .. termasuk aku.
1 Januari 2008
Hari pertama tahun baru di Bromo diawali dengan terbitnya matahari. Muncul kepermukaan dengan kilaunya yang keemasan, bulat, besar, dan telihat sangat dekat sekali. Wow benar2x indah. Menakjubkan. Akupun mengabadikan kejadian itu dengan memotretnya. Setelah puas menikmati keindahan alam pagi ini dan berfoto ria dengan teman2x, akupun turun gunung alias pulang menuju ke Hotel. Tahun baru kali inipun serasa spesial.
Setelah sampai dihotel, aku langsung mengecek sms yang masuk. AKu terseyum sendiri sambil membaca sms dari temen2xku di Bali. Isi smsnya :
Dearest Floppy,
Moga tahun 2008 jadi :
1 tahun ketakwaan,
12 bulan kebahagiaan,
52 minggu kedamaian,
365 hari kesehatan,
8760jam kesejahteraan,
525600menit kasih sayang,
31536000detik persaudaraan
Selamat tahun baru
6933(H)
Dari : Trisia, Sania, Luna, Windi, Bianca
Langsung akupun menelepon mereka. Pertama aku telephon ke Hpnya Trisa kemudian Luna dst. Wah nggak diangkat semua. Dasar kebo alias masih molor, gerutuku dalam hati. Ya, dah aku putusin untuk meneleponnya lagi agak siangan. Kemudian akupun menuju ke bagian receptionish.
Aku memutuskan untuk memperpanjang masa stayku selama 3 hari. Rasanya aku masih betah di Bromo dan aku masih ingin mengambil gambar2x disekitar Kawasan Gunung Bromo termasuk rumah2x penduduknya. Aku memang tergila2x dengan namanya fotography.
Semua teman2xku kembali ke yogya hari ini setelah makan siang bersama.
2 Januari 2008
Dengan menunggang kuda yang aku sewa dan ditemani Pak Atmo sepemilik kuda,maka mulailah aku memfoto obyek2x yang ada.
Tak kusangka aku bertemu dengan seseorang yang sedang melukis pemandangan yang berada didepannya yaitu Gunung Bromo. Hmm .. aku rasa dia obyek yang sangat menarik. Dengan sigap akupun memotretnya dari jauh dan semakin dekat…………….
Tobe continue ……
6 Januari 2008
Trisna menelphonku dan membicarakan masalah Agen tenaga kerja di Jakarta. Karena saat itu aku masih online dengan Doni, akhirnya aku tanya langsung dengan Doni.
“Bener jg kayanya, cm gw pikir kenapa biayanya gede amat nyampe 15jt ? Coba kamu cek dulu mengenai jenis kerjaannya & berapa gajinya. Kalau lumayan besar ya, mungkin aja biaya yg dikeluarkan cukup sepadan,” kata Doni.
Pembicaraan jadi 3 party deh, antara aku dengan rista dan antara aku dengan trista dan Doni.
“Aku sekarang lagi shift malem, jadi malam aku nggak online, paling siang sampe sore.
Ikuti aja apa kata hati loe. Aku do'ain "GOODLUCK. Okey, talk later ya, take care, see you, bye,” kata Doni setelah 30 menit berlalu.
Setelah Doni offline, pembicaraanpun berlanjut hanya dengan Trista.
To be continue ….
Tak kusangka aku bertemu dengan seseorang yang sedang melukis pemandangan yang berada didepannya yaitu Gunung Bromo. Hmm .. aku rasa dia obyek yang sangat menarik. Dengan sigap akupun memotretnya dari jauh dan semakin dekat…………….
Tobe continue ……
6 Januari 2008
Trisna menelphonku dan membicarakan masalah Agen tenaga kerja di Jakarta. Karena saat itu aku masih online dengan Doni, akhirnya aku tanya langsung dengan Doni.
“Bener jg kayanya, cm gw pikir kenapa biayanya gede amat nyampe 15jt ? Coba kamu cek dulu mengenai jenis kerjaannya & berapa gajinya. Kalau lumayan besar ya, mungkin aja biaya yg dikeluarkan cukup sepadan,” kata Doni.
Pembicaraan jadi 3 party deh, antara aku dengan rista dan antara aku dengan trista dan Doni.
“Aku sekarang lagi shift malem, jadi malam aku nggak online, paling siang sampe sore.
Ikuti aja apa kata hati loe. Aku do'ain "GOODLUCK. Okey, talk later ya, take care, see you, bye,” kata Doni setelah 30 menit berlalu.
Setelah Doni offline, pembicaraanpun berlanjut hanya dengan Trista.
To be continue ….